Lingkar Berita Pendidikan Indonesia

Parrotfish, Sang Kontributor Keindahan Pantai

Jika ada yang gemar menikmati pemandangan karang yang berwarna-warni, atau suka membuat istana pasir di pantai, maka Anda harus berterima kasih kepada parrotfish. Parrotfish atau ikan kakatua, dikenal sebagai kontributor besar bagi tersedianya pasir di pantai. Ternyata dari kinerja segerombolan ikan, anak manusia bisa menikmati keindahan pantai. Sebuah pelajaran berharga tentang perlunya menghormati kontribusi dari makhluk lain.

Seekor parrotfish humphead bisa memiliki panjang hingga satu setengah meter. Parrotfish diketahui memiliki peran besar dalam proses erosi pada terumbu karang. Batuan dan karang yang telah mereka telan, kemudian akan muncul sebagai pasir yang halus. Pasir lembut semacam itulah, yang kemudian membentuk pantai tropis yang sedap dipandang.

Adalah seorang ahli biofisika bernama Dr. Pupa Gilbert yang kini sedang mempelajari gigi dari ikan kakatua. Parrotfish diketahui suka merumput di sela karang. Hampir seluruh hari-harinya, ia habiskan di tengah karang. Parrotfish suka makan banyak karang, serta alga yang memang banyak dijumpai tumbuh di atas terumbu karang. Ia laksana petugas yang menjalankan fungsi pembersihan untuk keberlangsungan hidup ekosistem di seputar terumbu karang. 

Karang akan dapat lebih bertahan terhadap polusi atau pemanasan, ketika ganggang dimakan oleh ikan-ikan. Tantangan masa kini, hadir ketika penangkapan ikan menjadi terlalu berlebihan. Dampaknya, populasi parrotfish ikut terganggu, sehingga ekosistem terumbu karang menjadi tidak mampu mempertahankan kehidupan yang beragam.

Parrotfish Memiliki Gigi yang Kuat

"Saya seorang penyelam scuba, dan saya selalu mendengar betapa kerasnya mereka di bawah air, ketika mereka memecahkan karang," demikian ujar Dr. Gilbert saat ia tengah meneliti kekuatan gigi dari parrotfish

Struktur gigi parrotfish, menurut Dr. Gilbert adalah salah satu yang belum pernah dilihat oleh para peneliti sebelumnya. Ia memiliki struktur spesifik yang tahan terhadap abrasi. Gigi milik parrotfish memiliki struktur kristal yang rumit. Giginya terbuat dari bahan yang disebut fluorapatite. Nah, fluorapatite ini mengandung kalsium, fluor, fosfor dan oksigen, yang merupakan biomineral tersulit kedua di dunia. 

Fluorapatite pada skala tertentu, membuat gigi akan lebih keras daripada tembaga, perak, atau emas. Dinyatakan oleh para peneliti dari Lawrence Berkeley Laboratory dan University of Wisconsin-Madison, bahwa tidak ada biomineral di dunia yang lebih keras daripada ujung gigi milik parrotfish. Satu inci persegi dari gigi milik parrotfish disebut mampu mentoleransi 530 ton tekanan yang setara dengan berat 88 ekor gajah.

Setiap parrotfish memiliki sekitar 1.000 gigi, yang berbaris dalam 15 baris yang kemudian mereka gunakan untuk menggigit karang. Ketika salah satu giginya aus, makan akan tanggal dan jatuh ke dasar laut. Namun hal ini bukan menjadi suatu masalah, karena deretan gigi lain yang berada di belakang struktur gigi lama, masih dapat digunakan untuk memakan karang. Dalam setahun, satu ikan kakatua yang besar, ditengarai mampu menghasilkan 450 Kg pasir.

 

 

Sumber:
Penulis asli adalah Ashley Gallagher dalam ocean[dot]si[dot]edu yang kemudian diterjemahkan secara bebas untuk kepentingan pengetahuan umum
Ilustrasi foto:
BBC Earth Channel dalam youtube[dot]com


 

Share :


Post Comment