Lingkar Berita Pendidikan Indonesia

Pemerintah Sudah Siapkan Strategi, Dukung Peningkatan Kualitas Destinasi Wisata di Tahun 2023

Sebagai bagian dari Destination Management Forum ketiga, pada hari Selassa (28/3) lalu digelar Webinar bertajuk Reaktualisasi Penerapan Tata Kelola Pariwisata dan Pengukuran Kualitas Manajemen Destinasi. 

Dibuka oleh Sandiaga Uno selaku Menteri Parekraf dan Kepala Baparekraf, webinar tersebut menghadirkan enam nara sumber. Tampil sebagai moderator kala itu, adalah Ali Nurman, selaku Analis kebijakan ahli muda pada Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf RI.

DMO Tanjung Puting Raih Predikat Terbaik

Pada sesi pertama, Yomie Kamale, SS., berkesempatan menyampaikan pengalamannya dalam mengelola destinasi Tanjung Putting di Kalimantan Tengah. Dikisahkan, bahwa sebelum adanya DMO (Destination Management Organization) Tanjung Puting, pariwisata hanya merupakan kegiatan alternatif bagi masyarakat lokal. Kegiatan utama ada dalam bidang pertambangan ilegal dan penebangan hutan ilegal. Namun setelah adanya DMO Tanjung Puting sejak tahun 2011, maka kegiatan pariwisata menjadi kian berkembang. 

Beberapa pelaku pariwisata, juga telah mendapatkan pelatihan, hingga berhasil membentuk beberapa asosiasi lokal. Pada ujungnya, dilaporkan telah terbentuk forum tata kelola pariwisata (FTKP) Kotawaringin Barat. Bahkan saat ini, DMO Tanjung Puting berhasil memperoleh predikat terbaik pada kategori monitoring dan evaluasi yang dijalankan. 

Pemerintah Siapkan Program Strategis untuk Dukung DMO

Sehubungan dengan itu, Oneng Setya Harini menyebut bahwa destinasi berkualitas, resilient dan berkelanjutan, dibangun dengan memperhatikan sumber daya alam, budaya dan manusianya. Selaku Sekretaris Deputi pada Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Oneng menyatakan bahwa pihaknya telah memiliki program strategis untuk mendukung DMO pada tahun 2023 nanti. 

Destination Management Organization-Destination Governance (DMO-DG) dijalankan untuk membangun sinergi perencanaan pariwisata daerah bersama stakeholder-nya. Tujuannya, agar organisasi pengelola destinasi wisata, memiliki perhatian terhadap daya dukung pengunjung, pembangunan destinasi pariwisata berkelanjutan, bebas karbon, serta pengelolaan risiko dan ketahanan. 

Sementara itu, Dr. Frans Teguh, MA., CHE., selaku Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infratruktur mengawali paparan dengan beberapa isu terkait manajemen destinasi. Berikutnya, dipaparkan tahapan transformasi terkait dengan realisasi DMO. Diharapkan DMO dapat melakukan penguatan dan penataan organisasi dan pengelolaan organisasi dengan baik. Selain itu, diharapkan juga akan terjadi peningkatan ekosistem kepariwisataan. Pemasaran dan audit performansi, diharapkan juga akan dapat meningkatkan kualitas dan keunggulan suatu destinasi wisata.

Sementara Benjamin Abdurrahman menyampaikan beberapa hal terkait pengembangan kawasan destinasi melalui pendekatan Destination Regional Management (DRM). Pada kesempatan lain, Abdurahman Cosar memaparkan tentang peran stakeholder pada destinasi wisata bahari di Papua. Satu pembicara lain, adalah Ari Respati selaku Direktur Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC). 

 


Sumber:
Webinar Reaktualisasi
Ilustrasi foto:
kemenparekraf[dot]go[dot]id
  


 

Share :


Post Comment