Lingkar Berita Pendidikan Indonesia

Penelitian Terbaru, Sebut Burung Beo Punya Motivasi untuk Saling Bantu Membantu

Manusia dan spesies kera besar yang lain, telah dikenal dengan perilaku gemar menolong. Di Indonesia, yang dikenal dengan gotong royongnya, sangat lazim dijumpai perilaku saling tolong menolong. Namun demikian, penelitian terbaru yang diterbitkan oleh jurnal Current Biology pada 9 Januari 2020 lalu, menemukan bahwa untuk pertama kalinya terdapat beberapa burung, yang berperilaku saling membantu. Hal ini khususnya, ditemukan pada burung African grey parrots.

Perilaku Membantu pada Burung

Temuan mereka menunjukkan bahwa perilaku membantu, kini tidak terbatas pada manusia dan kera besar tetapi berevolusi secara mandiri juga pada burung. Menurut Desiree Brucks dari Max Planck Institute for Ornithology, Jerman, burung beo dan burung gagak selama ini dikenal memiliki otak yang relatif besar, ketimbang ukuran tubuh mereka. Mereka juga diketahui pandai memecahkan masalah. Karenanya, mereka terkadang disebut sebagai "feathered apes". 

Dijelaskan oleh Brucks, bahwa peneliti telah menemukan burung beo abu-abu Afrika (African grey parrots) yang secara sukarela dan spontan, membantu burung beo yang lain, untuk mencapai suatu tujuan. Hal itu dilakukan, meski mereka tidak mendapat manfaat langsung dan jelas bagi dirinya. 

"Hebatnya, burung beo abu-abu Afrika, secara intrinsik termotivasi untuk membantu burung lain, bahkan jika burung lain itu bukan teman mereka, jadi mereka berperilaku sangat prososial," terang Auguste von Bayern sebagai co-author. Sebanyak 7 dari 8 burung yang diteliti, mereka diketahui memberi bantuan secara spontan dalam uji coba pertamanya. Hal itu dilakukan dengan tanpa menjalani pengaturan sosial sebelumnya, dan mereka juga tidak mengetahui akan diuji dalam peran lain.

Penelitian yang dilakukan menyebut bahwa burung beo itu memberikan bantuan, tanpa mendapatkan manfaat langsung. "Dan tampaknya, mereka juga tanpa mengharapkan balasan," tukas Von Bayern. 

Beberapa Burung Diketahui Memiliki Kecerdasan Sosial

Dalam penelitian tersebut, beberapa burung beo abu-abu Afrika dan macaw berkepala biru diuji dengan bentuk perdagangan dan pengalaman untuk dapat memperoleh kacang. Namun di akhir uji, ditemukan bahwa hanya beo abu-abu Afrika saja yang mau membantu beo lain, untuk dapat memperoleh kacang. Hal ini tidak ditemukan pada gagak. Meski memiliki kecerdasan sosial yang mengesankan, namun gagak tidak membantu gagak yang lain.

Sementara untuk burung beo abu-abu Afrika, mereka bahkan mengerti kapan bantuannya itu dibutuhkan. Burung tersebut, diketahui juga akan membantu, meski burung lain itu bukanlah temannya. Namun jika ia adalah teman, maka bantuan yang diberikan, diketahui akan lebih banyak. 

Ke depan, perlu diteliti pada spesies burung beo yang berbeda. Studi lanjut diperlukan untuk meneliti mekanisme yang mendasari perilau membantu, dari burung beo. Misalnya, bagaimana cara mereka memberi informasi, kapan rekan mereka membutuhkan bantuan? Selain itu, juga menarik untuk diketahui, perihal apa yang memotivasi mereka untuk merespon hal tersebut.


Sumber:
sciencedaily[dot]com
Journal reference:
Désirée Brucks, Auguste M.P. von Bayern. Parrots Voluntarily Help Each Other to Obtain Food Rewards. Current Biology, 2020; DOI:10.1016/j.cub.2019.11.030
Ilustrasi foto:
MaxPlanckSociety dalam youtube channel

Share :


Post Comment