Lingkar Berita Pendidikan Indonesia

Penemuan Qanat di Iran, Bukti Kejayaan Mesopotamia

Mesopotamia terletak di antara dua sungai besar, yakni sungai efrat dan tigris. Nama Mesopotamia pertama kali diperkenalkan oleh Polybius pada abad ke-2 SM. Banyak pelajaran sejarah yang menjelaskan bahwa Mesopotamia adalah dataran subur di masa lampau, yang banyak melahirkan peradaban kuno sebagai bentuk peradaban paling awal di Asia Barat, dan tentunya juga termasuk salah satu yang tertua di dunia.

Dalam bahasa Yunani kuno, nama Mesopotamia diartikan sebagai tanah yang terletak di antara sunga-sungai. Kini kawasan itu terletak di antara wilayah negara Irak dan Iran. Baru-baru ini, Mostafa Dehpahlavan, seorang arkeolog dari Universitas Teheran menyebut bahwa terdapat lebih dari 100 qanat - saluran air bawah tanah - yang telah berhasil ia identifikasi bersama timnya saat melakukan penelitian di dataran Buin Zahra, kawasan provinsi Qazvin, Iran. 

Reruntuhan qanat yang berumur ribuan tahun itu, terbentang antara kawasan Iran Barat dan Iran Tengah. Diyakini, di antara temuan qanat itu terdapat pemukiman manusia pra-sejarah. Dehpahlavan menyebut, juga telah ditemukan kilang air dan kiln - tempat pembakaran - yang ditengarai dulu pernah digunakan untuk mengolah tanah liat.

Peninggalan Interaksi Kuno di Iran

Pada area ditemukannya qanat di Iran, Dehpahlavan menyebut adanya bukti yang menunjukkan adanya interaksi budaya, politik, dan ekonomi antara penduduk di daerah terpencil pada wilayah Iran Barat, dengan mereka yang tinggal di dataran tinggi Iran. Untuk itu, diperlukan penelitian lanjutan di bidang antropologi ragawi, genetik, dan zoologi kuno. Timnya juga mengaku menemukan adanya tradisi penguburan yang terbilang sangat langka.

Dalam temuannya, Dehpahlavan juga menemukan segel silinder di tempat pemakaman pra-sejarah yang berada di dekat Tepe Sagzabad. Diperkirakan olehnya, relik tersebut adalah milik dari kerajaan Assyria, yakni sebuah kerajaan besar di Mesopotamia Utara yang dulu pernah menjadi pusat dari peradaban di seputar Asia Barat.     

Qanat di Iran Masuk Sebagai Warisan Dunia

Sementara itu, UNESCO telah memasukkan 11 qanat ke dalam daftar warisan dunia yang diberi nama Qanat Persia. Menurut mereka, adanya terowongan bawah tanah semacam itu, telah memberikan kesaksian adanya peradaban di daerah gurun dengan iklim yang kering. Baik itu berupa desain arsitektur, motif, atau temuan cakupan geografis lainnya.

Qanat yang ditemukan di Iran, memang berbentuk seperti terowongan membentuk untaian yang hampir horizontal. Hal itu digunakan untuk mengumpulkan air dari sumber air di bawah tanah. 

Pada wilayah Iran yang hampir semuanya gersang, diperlukan sistem pengairan yang rumit. Pada sistem qanat kuno di Iran, terdapat penguapan alluvial aquifers yang sengaja dilakukan di kepala lembah, dan kemudian mengalirkannya dengan menggunakan gaya gravitasi. Yang menarik, sistem itu bisa berjalan bahkan hingga dalam jarak beberapa kilo meter. 

Saat ini, terdapat 37 ribu dari total 120 ribu pasokan sistem air bawah tanah di Iran, masih memanfaatkan qanat kuno. Hal itu digunakan untuk mengairi daerah Iran yang tergolong kering. Tentunya bisa dibayangkan betapa tinggi peradaban di seputar Mesopotamia kuno yang sangat mungkin sudah bermula pada 2000 SM.

 


Sumber:
tehrantimes[dot]com
Ilustrasi foto:
media[dot]tehrantimes[dot]com
 

Share :


Post Comment