Lingkar Berita Pendidikan Indonesia

Penuhi Janji pada Ibunya, Khabib Nurmagomedov Memilih Pensiun

Sebagai juara, biasanya Khabib Nurmagomedov mampu menguasai dirinya. Namun tidak kala itu. Pada pertandingan terakhirnya melawan Justin Gaethje, Khabib tak kuasa menahan air mata yang mengucur deras. Seakan menyiratkan lepasnya beban yang selama tiga bulan terakhir ini ada di pundaknya. 

"Ketika Allah bersamamu, tak ada seorangpun yang mampu mematahkanmu. Tak ada satupun! Terima kasih Ayah, untuk segalanya. Engkau telah mengajarkan banyak hal di sepanjang hidupku. Semoga Allah menganugerahkan tempat di surga yang paling tinggi," demikian ujar Khabib di akun instagramnya pada Minggu (25/10) lalu. 

Sabtu (24/10) kemarin, Nurmagemedov harus berhadapan dengan salah satu petarung terbaik bertipe striker. Sementara Khabib lebih dikenal sebagai wrestling. Berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, kemarin adalah pertarungan pertama Khabib sejak ditinggal pergi ayah yang juga berperan sebagai pelatih kepalanya. Diberitakan pada bulan Juli 2020 kemarin, sang ayah meninggal akibat komplikasi yang diawali dengan serangan Covid-19.

Karenanya, ia harus mengumumkan pengunduran dirinya seusai melakoni laga melawan Justin Gaethje. Menurut Khabib, ibunya tak ingin ia berkompetisi tanpa ada ayah di sampingnya. Untuk itu, Khabib berjanji akan menjadikan pertarungan melawan Justin, sebagai laga terakhirnya.

Karir Sempurna

Tak ayal, usah berhasil mengalahkan Justin Gaethje maka Khabib pun muncul sebagai juara yang tak terkalahkan di UFC. Sebelumnya ia mengalahkan Dustin Poirier pada September 2019. Satu yang fenomenal, adalah laga serunya melawan Conor McGregor pada bulan Oktober 2018.

Sebelum itu, Khabib juga berhasil menjungkalkan lawan-lawannya seperti Al Iaquinta, Edson Barboza, Michael Johnson, Darrel Horcher, Rafael dos Anjos, Pat Healy, Abel Trujillo, Thiago Tavares, Gleison Tibau, hingga Kamar Shalorus. Selain itu, masih banyak nama-nama lain yang kesemuanya ia kalahkan. Total, ia telah menghempaskan 29 petarung profesional pada ajang resmi. Delapan di antaranya, berhasil ia kalahkan dengan TKO.

Pria berusia 32 tahun itu, mengukuhkan rekor 29 kali menang dengan prestasi tanpa pernah kalah. Dijuluki sebagai sang elang, Khabib Nurmagomedov tergabung dalam American Kickboxing Academy

Anak yang Penurut

Meski dikenal sebagai petarung yang handal di arena UFC, namun Nurmagomedov juga tampil sebagai sosok anak yang penurut. Ayah kandungnya, bahkan turun langsung untuk melatihnya sejak kecil. "Hari ini, aku ingin katakan, (bahwa) ini adalah pertarungan terakhirku. Itu mimpi ayahku. Apa lagi?", demikian tukas pria berkebangsaan Rusia ini.

Sebelumnya, ia juga telah berjanji ke ibunya, bahwa pertarungan melawan Justin adalah laga terakhirnya. "If I give my word, I have to follow this," demikian tandas Khabib Nurmagomedov. Untuk memenuhi janji kepada ibunya itu, Khabib mengaku berjuang keras agar mampu menang di laga terakhirnya melawan Justin Gaethje. Kemenangan itu pun menghantarkan Khabib untuk bersanding dengan BJ Penn dan Benson Henderson sebagai juara yang mampu mempertahanan gelar terbanyak dalam sejarah kelas ringan UFC. 

Usai menjalani laga terakhirnya, Khabib pun tak lupa untuk berterima kasih kepada UFC. Bahkan lawan terakhirnya juga memberikan apresiasi kepada Khabib. "Aku tahu, dia ingin membuat ayahnya menjadi sangat bangga," ujar Gaethje.

Bertarung dengan Kondisi Kaki Patah 

Fakta menarik diungkap oleh Dana White, presiden UFC. Menurutnya, sebenarnya ia sempat diberitahu oleh Khabib bahwa ia akan bertarung dengan kondisi kaki yang patah.  "Kami semua beruntung bisa melihatnya bertarung malam ini," tukas White. Rupanya Khabib sempat dibawa ke rumah sakit pada tiga minggu sebelumnya karena kakinya patah. 

"Dia manusia yang paling tangguh di planet ini. Dia petarung nomor satu di dunia," pungkas Dana White.

 


Sumber:
MMA Fighting
ESPN
Sher Dog Australia
Ilustrasi foto:
Akun instagram khabib_nurmagomedov

 

Share :


Post Comment