Lingkar Berita Pendidikan Indonesia

Terbaru, Ditemukan Anti Covid Pada Hewan Llama

Bisa jadi suatu saat nanti, ummat manusia akan berhutang budi dengan Llama. Bukan hutang budi seperti halnya suku Inka yang telah menggunakannya sebagai alat angkut. Namun lebih pada keberhasilannya memproduksi antibodi yang sanggup melawan SARS-CoV-2.

Seperti telah diketahui, SARS-CoV-2 adalah virus yang menjadi penyebab penyakit Covid-19. Melalui penelitian terbaru yang dilakukan oleh National Institutes of Health (NIH), menyebut adanya potensi dari nanobodies - antibodi kecil - yang telah diisolasi dalam tubuh Llama. Setidaknya, satu dari nanobodi yang kemudian disebut NIH-CoVnb-112, dinyatakan berhasil mencegah infeksi dan menangkap lonjakan protein SARS-CoV-2.

Ditemukan Nanobodi yang Efektf Memerangi Corona

Dari penelitian yang dipimpin oleh Thomas J. "T.J." Esparza, B.S., dan David L. Brody, M.D., Ph.D., juga ditemukan fakta lain. Nanobodi itu disebut juga dapat bekerja sama baiknya dalam bentak cairan atau aerosol. "Kami berharap nanobodi anti-COVID-19 ini sangat efektif dan serbaguna dalam memerangi pandemi virus corona," ujar Prof. Brody, seorang Guru Besar dari Uniformed Services University of the Health Sciences.

Jadi, yang dimaksud nanobodi dalam penelitiannya adalah berupa antibodi khusus yang diproduksi secara alami oleh sistem kekebalan dari camelids, yakni beberapa kelompok hewan seperti unta, Llama, dan alpaka. Llama sendiri dikenal sebagai hewan asli penghuni wilayah Amerika Selatan. 

Bobot dari antibodi kecil ini, sekitar sepersepuluh dari antibodi milik manusia. Namun ternyata, berhasil memainkan peran penting dalam sistem kekebalan untuk mengenali protein dari virus, bakteri atau makhluk asing lain yang masuk ke dalam tubuh manusia. Pertahanan semacam ini biasa dikenal sebagai antigen.

Dalam penelitian terhadap lonjakan protein dari SARS-CoV-2, para peneliti mengimunisasi Llama sebanyak lima kali, selama 28 hari. Setelah menguji ratusan nanobodi yang ada, akhirnya peneliti berhasil menemukan 13 nanobodi yang menjadi kandidat kuat dari tubuh Llama.

"Salah satu hal menarik tentang nanobodi, tidak seperti kebanyakan antibodi biasa, mereka ini dapat diaerosol dan dihirup untuk melapisi paru-paru dan saluran udara," demikian ungkap Prof. Brody.

Dengan demikian, nanobodi tersebut dapat dinyatakan efektif dalam mencegah infeksi. Hal ini dapat dilakukan melalui penyemprotan seperti halnya nebulizer atau inhaler, yang sering digunakan untuk membantu mengobati pasien asma. "Dengan dukungan dari NIH, kami dengan cepat akan bergerak maju untuk menguji apakah nanobodies ini bisa menjadi perawatan pencegahan yang aman dan efektif untuk Covid-19. Juga untuk mengetahui apakah dapat digunakan untuk pengujian yang murah dan akurat," tandas TJ Esparza.

Bisakah Llama Diternakkan?

Tentu saja manusia bisa beternak Llama. Sama seperti halnya dengan sapi, unta, dan kambing, Llama juga bisa diternakkan. Bahkan Llama disebut lebih cerdas, ketimbang unta. Konon, Llama dapat dilatih sebagai penjaga ternak untuk melindungi domba atau kambing. 

Jika diternakkan, Llama dapat menghasilkan serat halus yang tak kalah kualitasnya dibanding dengan bulu domba. Serat milik Llama tidak mengandung lanolin, sehingga sesuai bagi pengguna yang alergi terhadap serat alami yang lain. Untuk dagingnya, Llama memiliki kualitas baik dengan kandungan lemak  yang hanya berkisar 3 persen. Rasanya mirip seperti daging rusa atau daging sapi. 

Menjadi potensial untuk dipelihara, karena biaya pemeliharaan Llama tergolong tidak mahal. Untuk memeliharanya, juga tidak membutuhkan lahan yang terlampau luas. Sebagai herbivora, makanan Llama terdiri dari rumput atau jerami. Seperti halnya beternak sapi atau kambing, juga bisa ditambahi konsetrat atau vitamin. 

"Llama adalah jenis ternak eksotis yang luar biasa dan terjangkau dalam perekonomian saat ini," demikian ujar Debi Garvin, Dewan Direksi pada International Lama Registry

 

Sumber:
Science Daily
National Institute of Neurological Disorders and Stroke
Hobby Farms
Skjolden Llamas
Ilustrasi foto:
Skjolden Llamas

 

Share :


Post Comment