Lingkar Berita Pendidikan Indonesia

Kampung Ondomohen, Laksana Oase di Teriknya Kota

Tatkala desa wisata tengah gencar digaungkan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kampung wisata yang biasa berada di daerah perkotaan pun turut bergerak. Seakan tak mau kalah, Surabaya juga tengah mendorong beberapa kampung di wilayahnya untuk mempercantik diri menjadi kampung wisata.

Seperti diketahui sejak akhir tahun 2020, pemerintah kota Surabaya telah menggagas adanya wisata kampung. Di antara sederet nama kampung yang sedang didorong, tersebutlah Kampoeng Oase Suroboyo. "Seperti namanya, kampung-kampung ini laksana oase di tengah kota yang panas," demikian tutur Adi Chandra, fasilitator dari Kampoeng Oase Suroboyo

Dikatakan olehnya, selain kawasan Ondomohen juga terdapat kawasan Tembok Gede. Keduanya diproyeksikan sebagai kampung oase yang diharap berhasil melakukan penataan lingkungan di wilayahnya. 

Kampung Ondomohen, Pesona di Tengah Kota   

Jika ada yang belum mengetahui lokasi kampung wisata Ondomohen, letaknya hanya selemparan batu dari Balai Kota Surabaya. "Kita ini memang ada di tengah kota. Dulunya awalnya memang gersang, gerah, panas. Sekarang jadi bisa rindang seperti ini. Sebenarnya mulai kita rintis sejak 2004. Lalu mulai mengikuti kompetisi Surabaya Green and Clean, hingga kemudian berniat menjadi kampung wisata pada tahun 2019 lalu," terang Mus Mulyono selaku penggagas.

Surabaya memang dikenal memiliki panas sangat yang terik. Namun bersama bu Endang selaku ketua RT, kemudian mulai mengajak para warga Ondomohen untuk bergotong-royong. Gayung pun bersambut hingga beberapa penghargaan berhasil diraih oleh kampung Ondomohen. Sebut saja penghargaan sebagai kampung dengan pemanfaatan energi alternatif terbaik pada Surabaya Smart City 2019. Lalu ada penghargaan sebagai kampung pengelola IPAL terbaik Surabaya Green and Clean 2018, dan juga predikat sebagai kampung penghijauan terbaik di Surabaya pada tahun 2016.

Dipilih sebagai Tempat Belajar Mahasiswa UNAIR

Beberapa hal menarik tersebut, kemudian membuat mahasiswa Prodi Destinasi Pariwisata, Fakultas Vokasi, Universitas Airlangga (UNAIR) bertandang ke kampung wisata Ondomohen pada hari Sabtu (17/5) kemarin.

"Yang menarik dari kampung ini, jika biasanya ekowisata itu ada di pedesaan, maka ini ada di kota. Kampung Oase Ondomohen berada di tengah kota Surabaya," demikian ujar Dr. Sri Endah Nurhidayati, M.Si., selaku dosen pariwisata UNAIR. Lebih dari enam puluh mahasiswa UNAIR kala itu, tampak antusias dalam mengikuti praktik kuliah di lapangan.

Mereka adalah peserta mata kuliah Ekologi Pariwisata dan AMDAL. Siang itu, hadir pula Upik Dyah Eka Noviyanti, S.Ant., M.A., dan Dr. Yuniawan Heru Santoso, M.Si., selaku dosen pengampu pada Prodi Destinasi Pariwisata UNAIR. Didampingi langsung oleh Pak Mus, Bu Endang, Mas Adi dan Mas Kemal, seluruh mahasiswa disuguhkan beberapa informasi menarik terkait tata kelola kampung wisata Ondomohen.

Secara berkelompok, mahasiswa tampak menggali aneka informasi sehubungan dengan pengelolaan sampah, pengelolaan sampah, IPAL, serta budidaya ikan dan maggot. Tak lupa beberapa strategi pengembangan kawasan ekowisata juga menjadi topik diskusi yang hangat pada siang hari itu. 

"Untuk mengurangi bau, ini di bawah tempat maggot sengaja kita letakkan beberapa tanaman. Sudah ada banyak tamu yang tertarik ke sini. Ada juga yang dari Jepang dan Taiwan," ungkap Mus Mulyono yang terlihat sangat telaten dalam menjawab pertanyaan mahasiswa. 

Tak hanya mahasiswa dari UNAIR, di sana juga nampak beberapa mahasiswa dari STIKOSA AWS yang mengaku sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Selaku fasilitator, Adi Chandra juga menjelaskan bahwa warga Ondomohen juga terbuka bagi mahasiswa yang hendak melakukan penelitian di sana. Karenanya, mahasiswa dari Sarjana Terapan Destinasi Pariwisata UNAIR juga turut diundang untuk dapat menyelesaikan skripsinya di kampung wisata Ondomohen.    

 

 

Sumber: istimewa


 

Share :


Post Comment